Halaman

categori

Tampilkan postingan dengan label BERITAKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITAKU. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Maret 2013

Sebelas Sanggar Seni Dapat Bantuan

Bookmark and Share
Bupati: Perbanyak Pentas Seni di Kampung dan TBS

SENDAWAR  Sebanyak 11 sanggar seni dari beberapa kecamatan mendapatkan bantuan perlengkapan, diserahkan Bupati Kubar Ismail Thomas, di acara pentas seni tradisional di Panggung Utama Taman Budaya Sendawar (TBS) Jalan Sendawar Raya, Sabtu malam (9/3).
Ketua Sanggar Seni Mook Manaar Bulatn Kabupaten, Lucia Mayo Thomas yang membina sanggar seni kecamatan dan kampung se-Kubar mengimbau, kepada seluruh ketua sanggar seni untuk menghimpun para remaja. “Kami ingin generasi muda memiliki kegiatan positif, supaya mereka menghindar kegiatan negatif yang merugikan bahkan menghancurkan masa depan mereka,” kata Lucia.
Secara khusus, Lucia meminta, agar warga yang mempunyai kemampuan bermusik, tari atau seni-seni lain diharapkan mengajarkan dan menularkan ilmunya kepada anak cucu kita ini. Generasi muda inilah yang diharapkan menjadi orang-orang berguna sebagai pengganti/generasi penerus memimpin Kubar.
Lucia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kubar selaku pembina sanggar seni yang telah memberikan bantuan dana hibah, nasihat, ide dan sebagainya demi kemajuan adat istiadat budaya di Kubar.  Diharapkan sanggar seni semakin hari berkembang. “Bantuan semacam ini diharapkan bisa terus berlanjut terutama untuk membantu kelompok sanggar seni yang masih kekurangan alat musik tradisional dan pakaian adat,” katanya.
Bupati Kubar Ismail Thomas mengatakan, pemberian bantuan alat musik tradisional, pakaian adat dan penampilan seni budaya yang rutin dilakukan setiap malam minggu diharapkan TBS bisa menjadi pusat pengembangan seni dan budaya di Kubar. “Ide dasar pembangunan TBS untuk mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya,” kata Bupati.
Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan memacu semangat sanggar seni dan generasi muda untuk terus berkarya guna melestarikan dan mengembangkan seni tradisional yang dimiliki masyarakat Kubar. Seni merupakan sumbangsih kemajuan bagi semua. Pertama untuk melestarikan dan mengembangkan seni tradisional itu sendiri. Kedua sebagai kekayaan budaya masyarakat dan aset pariwisata. Kubar pasti mampu  menarik pariwisata baik dalam kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasioanal,” katanya.
Bupati meminta, pentas seni atau festival seni dengan bantuan seperti ini akan semakin sering dilaksanakan di kampung maupun di ibukota kecamatan. Secara regular TBS menyusun jadwal sanggar seni untuk tampil di secara bergiliran setiap malam minggu di TBS. “Kita inginkan tidak saja seni tari, musik, olah vokal yang terus berkembang termasuk juga seni ukir, pahat, tenun, patung, dan seni anyam,” kata Bupati. (hms10/waz)
 sumber berita : kaltim post

Sabtu, 09 Maret 2013

Tentara Penyerang Dikurung di Markas

Bookmark and Share


BATURAJA - Sehari setelah penyerangan Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, oleh puluhan anggota Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) 15/76 Tarik Martapura, suasana Baturaja, ibu kota OKU, berangsur pulih. Meski begitu, seluruh anggota Armed dilarang meninggalkan markas.
Dandim 0405 OKU Letkol Inf Imamnulhak mengakui, sekelompok orang yang menyerbu Mapolres Baturaja pada Kamis (7/3), adalah anggota Armed 15/76 Kodam II/Sriwijaya.

“Semua yang datang itu berbaju loreng, anggota Armed, tidak ada orang lain,” ungkap Dandim. “Kami telah melarang, namun mereka tetap akan menyalurkan aspirasi ke Polres OKU,” ujarnya lagi.

Ia menjelaskan, kejadian yang menjadi sorotan nasional tersebut dipicu isu tidak jelasnya proses hukum bagi anggota Polres yang menembak Pratu Heru Oktavianus, Januari silam.

Tetapi, Imamnulhak menolak pihaknya telah kebobolan perihal aksi brutal tersebut. “Aksi itu di luar komando. Tidak ada komando dan tidak ada provokasi," tegasnya.

Sampai saat ini upaya pengamanan dilakukan institusi masing-masing. “Semua anggota Armed tidak boleh keluar dari markas dan kami melakukan pengamanan ke dalam juga dengan pihak kepolisian,” tutupnya.

Sementara itu, tim investigasi Mabes TNI telah memeriksa lebih dari seratus prajurit Yon Armed 15/76. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 prajurit diduga menjadi otak dan pelaku utama aksi indisipliner tersebut. Kemarin, tim investigasi Mabes TNI yang dipimpin Asisten Pengamanan Kasad Brigjen Irwansyah mengirim puluhan prajurit tersebut ke Pomdam II/Sriwijaya dengan menggunakan dua truk untuk diperiksa lebih lanjut.

“Mereka belum ditahan karena prosedurnya ‘kan harus diperiksa dulu. Kalau terbukti bersalah, ya, ditahan,” kata Kadispen TNI AD Brigadir Jenderal Rukman Ahmad.

Selain 30 orang yang diduga otak penyerangan, tim investigasi yang terdiri dari enam anggota tim Mabes TNI AD, dan sejumlah personel Pusat Intelijen TNI Angkatan Darat, serta Kodam Sriwijaya, juga masih memeriksa sekitar 65 prajurit lain di markas Yon Armed di Martapura. Mereka diduga ikut dalam rombongan yang menyerbu Mapolres, namun sekadar ikut-ikutan.

“Terhadap yang bersalah, sanksinya pasti tegas, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kasad sudah menegaskan hal itu. Semua sangat tergantung pada hasil lengkap investigasi yang sedang kita tunggu," kata Rukman.

Selain tim investigasi yang dikirim Mabes TNI AD, Mabes Polri juga telah menurunkan tim investigasi ke OKU. Tim terdiri dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum), dan Wakapolda Sumatera Selatan. Untuk sementara waktu, kegiatan Mapolres OKU dipindahkan ke Polsek Baturaja Timur.

Dalam siaran pers Mabes TNI AD, Pangdam Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo menegaskan pihaknya telah bertemu dengan Irwasum Polri untuk menindaklanjuti proses hukum. Sesuai perintah Kasad Jenderal Pramono Edhie Wibowo, seluruh oknum yang bersalah harus dihukum.

“Yang bermusuhan bukan institusi TNI dan Polri, tapi oknum. Faktanya, saat peristiwa tersebut terjadi, anggota Kodim dan Subdenpom sudah berusaha mencegah tindakan anarkistis. Anggota Kodim juga mengamankan senjata dan tahanan di Polres ke Koramil,” katanya dalam siaran pers tersebut.

Dua hari lalu, sekitar 75 orang anggota TNI menyerbu Mapolsek OKU untuk membalas dendam kematian rekan mereka, Prajurit Satu Heru Oktavianus, yang ditembak mati seorang anggota Polantas Brigadir Wijaya pada akhir Januari. Selain membakar gedung Mapolres OKU dan Mapolsek Martapura, mereka melukai sedikitnya empat anggota polisi. Sedikitnya empat unit mobil dan puluhan motor juga dibakar. (asa/byu/jpnn/zal/k1)
 Sumber : Kaltim post

Selasa, 05 Maret 2013

Malaysia Kepung Gerilyawan Sulu

Bookmark and Share


KUALA LUMPUR - Jalur diplomasi mulai digunakan di tengah intensitas krisis di utara Kalimantan yang masih memburuk. Filipina mengutus Menteri Luar Negeri (Menlu) Albert Del Rosario ke Kuala Lumpur untuk mendesak pemerintah Malaysia memberikan toleransi maksimum kepada kelompok bersenjata Sulu yang sudah terkepung di daerah pantai timur negara bagian Sabah.

Juru bicara Deplu Filipina Raul Hernandez mengatakan pada Senin (4/3) bahwa Menlu Albert Del Rosario dijadwalkan bertemu Menlu Malaysia Anifah Aman.

Pertemuan diadakan untuk menyampaikan seruan agar Malaysia menahan diri dalam menghadapi kelompok bersenjata asal Filipina yang telah menduduki wilayah Lahad Datu sejak bulan lalu.

Pemerintah Malaysia memang tak mau kompromi. Kemarin, mereka menambah jumlah pasukan militer ke Sabah untuk memburu kelompok bersenjata Sulu. Kantor berita AFP melaporkan, konflik sejauh ini total telah menewaskan 27 orang, terdiri dari delapan polisi Malaysia dan 19 warga Filipina.

Menlu Filipina juga mengajukan permintaan langsung kepada Malaysia agar diizinkan mengirim kapal angkatan laut guna mengangkut bantuan kemanusiaan dan medis ke Sabah. Kapal itu juga disediakan untuk memberikan bantuan konsuler serta mengangkut warga Filipina pulang.

“Oleh karena itu pemerintah Filipina memohon kepada pihak berwenang Malaysia untuk memberikan toleransi maksimum dalam menangani para anggota kelompok Kiram yang tersisa,” kata Raul.

Pada saat yang sama, pemerintah Filipina juga menyerukan kepada kelompok bersenjata Kesultanan Sulu untuk meninggalkan Sabah.

“Pemerintah Filipina menyerukan kepada pasukan Kesultanan Sulu pimpinan Datu Raju Muda Agbimuddin Kiram untuk menyerahkan diri secara damai," kata Raul.

Ratusan pria bersenjata dari Filipina mendarat di Lahad Datu, Sabah, bulan lalu. Mereka mengaku sebagai pasukan Kesultanan Sulu yang berhak atas wilayah itu.

Pada masa kejayaannya, Kesultanan Sulu menguasai sejumlah pulau Filipina selatan dan sebagian wilayah di Borneo atau Pulau Kalimantan.

Mereka mengklaim Sabah sebagai wilayah mereka sebelum dijadikan wilayah protektorat Inggris pada 1800-an. Namun, Sabah menjadi bagian Malaysia pada 1963, dan Malaysia masih membayar sewa ke Kesultanan Sulu setiap tahun.

DIANGKUT PESAWAT SIPIL

Kemarin, tambahan pasukan Malaysia berangkat ke Lahad Datu, Semporna dan Kunak, tiga daerah paling awan yang kini menjadi basis gerilyawan Kesultanan Sulu. Tentara itu diangkut pesawat-pesawat sipil seperti Air Asia dan Malaysia Airlines.

“Memang armada untuk sipil dikurangi. Sekarang diprioritaskan untuk askar (tentara) dan officer (petugas),” ujar Cik Zainab Hasnah, petugas penerangan Bandar Udara Internasional Kinabalu kepada JPNN malam tadi. Koran ini berusaha mencari penerbangan langsung ke Lahad Datu setelah transit dari Kuala Lumpur.

“Di sekitar wilayah konflik sekarang susah cari pesawat. Sering cancel. Terutama jurusan Tawau, Sampakan, dan Lahad Datu,” katanya. Perempuan ramah ini lantas menyarankan agar wartawan harian ini menempuh jalan darat dengan bus yang memakan waktu 9 jam perjalanan dari Kinabalu ke Lahad Datu.

Rupanya, seorang penjaga konter kartu prabayar mencuri dengar pembicaraan JPNN dengan Hasna. “Tak baik berangkat malam. Rawan sekali, tunggu pagi,” kata Boboy, pemuda asli Lahad Datu itu.

Dia lantas menelepon ayahnya, Haji Sulaiman, seorang ketua daerah (semacam pengurus kabupaten) di Lahad Datu. Rupanya, sang ayah sedang berada di surau. “Sekarang warga sedang berdoa di surau-surau. Mendoakan keselamatan askar,” katanya.

Sebagai warga asli Lahad Datu, Boboy cukup khawatir dengan keselamatan keluarganya yang tinggal di Jalan Sri Perdana itu. “Tapi karena abah adalah ketua daerah, jadi dijaga polisi. Aman-lah,” katanya.

Dia berharap krisis di Lahad Datu segera berakhir dan damai kembali. “Tak ada masalah apapun dengan warga keturunan Sulu di sana, kita selalu damai,” kata Boboy yang bekerja di outlet bandara itu sejak tahun lalu.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 352 prajurit dari Brigade 8 yang bermarkas di Pangkalan Chepa Kota Baru juga sudah diberangkatkan ke Lahad Datu dengan dua kali penerbangan Air Asia.

Tampaknya otoritas Malaysia hendak melakukan strategi alienasi (isolasi) agar gerilyawan Sultan Sulu tak bisa keluar dari tiga area. Diketahui mereka sudah masuk ke Kampung Tandau (ini yang paling banyak, diperkirakan 200-an personel) Lahad Datu, Simunul daerah Semporna, dan kampung Lormalong daerah Kunak. Ditengarai jumlah gerilyawan yang “menyerbu” Sabah dari basis mereka di selatan Filipina mencapai 243 orang.

Dalam jumpa pers sebelumnya Inspector General Police Tan Sri Ismail Omar menjelaskan, dari analisis intelijen, gerilyawan Sulu menguasai teknik kontra gerilya yang mumpuni. Mereka menggunakan teknik hit and run dan menyergap petugas yang sedang berpatroli dalam jumlah di bawah 10 orang.

TKI SUDAH AMAN

Sementara itu, Radar Tarakan (Kaltim Post Group) melaporkan, ratusan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Sabah dikabarkan sudah diamankan. “Informasi yang kami terima, sekitar 600 TKI telah diamankan. Saya juga dapat SMS dari Konsul Tawau bahwa WNI di sana tidak terpengaruh konflik tersebut. TKI kita dalam keadaan aman saja,’’ ungkap Kepala Imigrasi Kelas II Nunukan I Gunawan Kusuma Subrata kemarin.

Hingga kemarin, belum ada lonjakan penumpang TKI ke Nunukan. Baik melalui jalur Pelabuhan Tunon Taka maupun jalur penyeberangan lain di Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Utara.

“Memang ada konflik. Tapi, tidak ada pengaruh pemulangan TKI. Demikian juga, pengamanan yang diberikan pemerintah Malaysia kepada warga kita di sana sudah dilakukan,” katanya.

Bagian Sosial Budaya dan Pendidikan Konsulat RI Tawau Arnanto membenarkan bahwa ratusan TKI telah diamankan. “Seluruh WNI telah dipindahkan ke Tawau dan Kota Kinabalu. Jadi, sudah tidak ada di daerah konflik Lahad Datu. Aman-aman saja-lah,” ujarnya.

Kabar ini dipastikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Michael Tene. “KBRI ataupun KJRI terus memantau perkembangan,” ujar Tene.

“Tercatat 162 WNI pekerja di ladang sawit telah diungsikan dari tempat kejadian,” tambah Konsulat RI di Tawau Soepeno Sahid melalui rilisnya.

Meski begitu, otoritas Nunukan tetap siaga mengantisipasi lonjakan penumpang. Pihak Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Nunukan kemarin menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan instansi vertikal yang terlibat langsung di Pelabuhan Tunon Taka. Seperti, Bea Cukai, Imigrasi, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, serta PT Pelindo. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang teknis melayani penumpang yang masuk dan berangkat ke Tawau.

Kapolsek KSKP AKP Sumarwanta mengaku belum menerima informasi pemulangan TKI terkait konflik di Sabah. “Masih normal-normal saja. Bahkan, sebelum konflik terjadi, pemerintah Malaysia sudah melakukan deportasi seminggu bisa sampai 2 kali pengiriman,” kata dia.

“Tapi, kami meningkatkan pelayanan masing-masing. Dari kepolisian meningkatkan keamanan dan kelancaran arus penumpang di pelabuhan. Bea Cukai (urusan) pemeriksaan terhadap barang-barang ilegal, dari Imigrasi, demikian juga dengan KPLP maupun pihak Pelindo. Semua yang terkait di pelabuhan saja,” sambung Sumarwanta. (gen/rdl/sam/ica/jpnn/c5/nw/k1)

Sumber Berita : Kaltim Post

Kabupaten Kutai Barat

Bookmark and Share
Kabupaten Kutai Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Dengan Ibukota Sendawarmerupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Kutai yang telah ditetapkan berdasarkan UU. Nomor 47 Tahun 1999. Dengan luas sekitar 31.628,70 Km2 atau kurang lebih 15 persen dari luas Propinsi Kalimantan Timur dan berpenduduk sebanyak 165.934 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010) , Secara Geografis Kabupaten Kutai Barat terletak antara 113'048'49" sampai dengan 116'032'43"Bujur Timur serta di antara 103'1'05" Lintang Utara dan 100'9'33" Lintang Selatan. Adapun wilayah yang menjadi batas Kabupaten Kutai Barat adalah Kabupaten Malinau dan Negara Sarawak (Malaysia Timur) di sebelah Utara, Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah Timur, Kabupaten Penajam Paser Utara di sebelah Selatan dan untuk sebelah Barat berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Tengah serta Propinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Kutai Barat terbagi menjadi 21 Kecamatan dan 238 Kampung. Kedua Puluh Satu Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Bongan, Kecamatan Jempang, Kecamatan Penyinggahan, Kecamatan Muara Pahu, Kecamatan Muara Lawa, Kecamatan Damai, Kecamatan Barong Tongkok, Kecamatan Melak, Kecamatan Long Iram, Kecamatan Long Hubung, Kecamatan Long Bagun, Kecamatan Long Pahangai, Kecamatan Long Apari, Kecamatan Bentian Besar, Kecamatan Linggang Bigung, Kecamatan Nyuatan, Kecamatan Siluq Ngurai, Kecamatan Manor Bulatn, Kecamatan Sekolaq Darat, Kecamatan Tering dan Kecamatan Laham 

Sumber : Wikipedia